kalender ipb
June 2017
S M T W T F S
« Sep    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  
Kategori Arsip

Sonia Pratiwi Lubis

H24100124

Laskar 24

Yang menjadi motivator bagi saya adalah kedua orang tua saya. Mereka bukan berasal dari keluarga yang mampu. Bapak saya, anak seorang petani, lahir di suatu kampung kecil yaitu Hutagodang di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara. Bapak saya adalah anak tertua dari empat bersaudara. Beliau ingin hidup lebih baik sehingga setelah tamat SMP, ia merantau ke Medan dan tinggal menumpang di rumah saudaranya. Tiap pagi beliau bekerja dan pada siang harinya beliau sekolah di SMA. Ini dijalaninya dengan satu tekad, yaitu agar dapat hidup lebih baik dari orang tuanya. Alhamdulillah, dengan kerja keras seraya berdo’a pada Allah SWT, maka beliau dapat menyekolahkan adik-adiknya serta memberangkatkan haji kedua orang tuanya. Saat ini, kakek saya sudah meninggal jadi tinggal nenek saya yang masih  hidup.

Ibu saya dari Suku Jawa. Beliau dari keluarga tentara. Ibu saya anak kedua dari delapan bersaudara. Dengan latar belakang keluarga tentara maka ibu saya lebih keras dibandingkan dengan bapak saya dalam hal disiplin waktu dan efisiensi dana. Dana benar-benar untuk keperluan yang menjadi prioritas pertama. Ibu saya seorang pegawai negeri sipil yang memprioritaskan kinerja dalam pekerjaan. Karena tuntutan kompetisi dalam pekerjaan maka bapak saya mendorong ibu saya untuk melanjutkan pendidikan ke strata dua dan alhamdulillah dengan latar belakang pendidikan strata dua ini ibu saya bisa memegang jabatan sebagau kepala satuan kerja di unit pemerintahan.

Pesan orang tua saya bahwa anak-anaknya yaitu saya dan adik agar lebih tinggi pendidikannya daripada orang tuanya. Ini yang menjadi dorongan bagi saya untuk dapat belajar lebih giat, tekun seraya tetap berdo’a kepada Allah Yang Maha Esa agar saya berhasil dalam pendidikan dan jika saya berhasil maka saya menjadi motivator bagi adik saya untuk lebih giat lagi dalam menuntut ilmu. Allah memberi jalan bagi semua umatnya untuk berusaha. Tapi jangan mengharapkan hasil yang baik tanpa usaha yang semaksimal mungkin yang dapat kita kerjakan dan do’a. Tidak ada yang kekal di dunia ini, hanya kepada Allah Yang Maha Esa kita berserah diri sambil tetap menjalani perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

Sonia Pratiwi Lubis

H24100124

Laskar 24

Saya lahir di Medan, bapak saya dari Suku Mandailing dan ibu saya dari Suku Jawa. Saya anak tertua dari dua bersaudara, adik saya laki-laki dan saat ini duduk di kelas X di salah satu SMA Negeri di Medan.

Saya menjadi panutan bagi adik saya dimana setiap kegiatan dan tingkah laku saya harus saya jaga agar tetap positif di pandangan adik saya. Sebagai anak tertua, tentu saja menjadi tanggung jawab saya untuk menjaga dan melindungi adik serta membimbingnya jika diperlukan.

Oleh karena itu, dalam hal menuntut ilmu di sekolah, saya berusaha untuk menjadi yang terbaik. Alhamdulillah, walaupun tidak menjadi juara pertama, saya tetap dapat lima besar. Karena ini juga akan menjadi pendorong bagi adik saya agar serius dalam belajar. Orang tua saya selalu mendorong agar saya berhasil dalam belajar, yaitu dengan cara mengikuti les-les tambahan di luar sekolah dan ini memang sangat banyak manfaatnya dalam kita berkompetisi sesama pelajar, terutama dalam Bahasa Inggris. Kami yaitu saya dan adik dari mulai Taman Kanak-Kanak sudah dimasukkan ke les Bahasa Inggris, sampai saya tamat SMA pun sudah mengikuti les khusus TOEFL. Karena kedua orang tua saya menginginkan agar saya bisa lancar berkomunikasi dalam Bahasa Inggris, terlebih-lebih bisa ikut beasiswa ke Luar Negeri. Karena jika dengan dana sendiri, kemungkinan sulit dikarenakanbesarnya biaya yang diperlukan untuk belajar di Luar Negeri. Alhamdulillah, berkat dorongan orang tua dan juga kemauan yang kuat untuk maju maka saya bisa bebas mata kuliah Bahasa Inggris, dikarenakan nilai TOEFL ITP memungkinkan, saya dibebaskan mata kuliah ini.

Pada awalnya, saya merasa berat sekali jauh dari orang tua. Tapi berkat do’a dan dorongan kedua orang tua saya, akhirnya saya lebih kuat dan mandiri hidup di asrama. Banyak manfaat yang saya dapatkan, antara lain : saya sudah bisa mengatur waktu dan biaya. Saya berusaha sehemat mungkin dalam setiap pengeluaran biaya karena saya tahu bahwa adik saya juga memerlukan biaya karena dia sudah duduk di SMA.

Dengan diterimanya saya menjadi mahasiswa di IPB, ini akan mendorong adik saya untuk lebih giat lagi belajar dan saya juga berdo’a agar adik saya juga dapat diterima sebagai mahasiswa di Perguruan Tinggi Negeri yang berkelas seperti IPB. Karena jika kuliah di Perguruan Tinggi Negeri tentu biaya kuliah akan lebih rendah dibanding kuliah di Perguruan Tinggi Swasta.

Saya ingat pesan kedua orang tua saya bahwa beliau hanya bisa mewariskan ilmu, karena harta, jika Allah menghendaki, sebentar saja akan hilang seperti Tsunami, rumah terbakar, banjir, dll. Dengan ilmu, kita akan dapat bertahan di tengah-tengah persaingan kompetisi dunia.

Oleh karena itu, saya akan benar-benar dengan sepenuh hati untuk belajar sehingga saya lulus tepat waktu dengan nilai yang bisa saya persembahkan untuk kebanggaan orang tua saya dan menjadi motivasi bagi adik saya.

isi post